angin sudah tak sesejuk kemarin...
karena hatiku sudah tak lagi sesejuk angin...
sedang danau itupun mengering...
tersiksa kemarau yang tak pernah tergantikan hujan...
hanya menunggu dan sia-sia...
seolah ranting-ranting patah itu berbicara pada hati yang retak...
karena hujanpun tak sanggup mengungkap rahasia...
akan dedaunan yang basah...
hingga semua itu mereda...
yang tersisa hanya ranting patah dan daun yang rapuh....

Belum ada tanggapan untuk "secuil isi " Senja Bergumam ""
Post a Comment